Definisi
Hamzat al-Qat' (هَمْزَة القَطْع) dibaca baik saat memulai maupun saat washal; dalam Mushaf ia memiliki kepala 'Ain kecil (ء), seperti pada ﴿أَنۡعَمۡتَ﴾ (Al-Fatihah 1:7). Hamzat al-Wasl (هَمْزَة الوَصْل) adalah hamzah tambahan yang memungkinkan memulai dengan huruf mati; dibaca saat memulai dan gugur saat washal; tandanya dalam Mushaf adalah kepala Shad kecil di atas Alif (ٱ).
Hamzat al-Qat' dibaca baik saat memulai maupun saat washal; dalam Mushaf Indo Pak ia ditulis sebagai Alif yang membawa harakatnya, seperti pada ﴿اَنْعَمْتَ﴾ (Al-Fatihah 1:7). Hamzat al-Wasl adalah hamzah tambahan yang memungkinkan memulai dengan huruf mati; dibaca saat memulai dan gugur saat washal; dalam mushaf ini ia berupa Alif polos tanpa harakat dan tanpa tanda.
Tempat-tempatnya dan harakatnya saat memulai
| Tempat | Harakat saat memulai | Contoh |
|---|---|---|
| Alif lam ta'rif | Selalu fathah | ﴿ٱلۡحَمۡدُاَلْحَمْدُ﴾ (Al-Fatihah 1:2) |
| Fi'il: amr dari fi'il tiga huruf; madhi, amr dan mashdar dari fi'il lima dan enam huruf | Dhammah jika huruf ketiga fi'il berharakat dhammah asli; kasrah jika berharakat kasrah atau fathah | ﴿ٱدۡخُلُواْادْخُلُوْا﴾ (Al-Baqarah 2:58) ﴿ٱضۡرِباضْرِبْ﴾ (Al-Baqarah 2:60) ﴿ٱذۡهَبۡاِذْهَبْ﴾ (Taha 20:24) ﴿وَٱسۡتَغۡفِرۡهُۚوَاسْتَغْفِرْهُﵫ﴾ (An-Nasr 110:3) |
| Sepuluh isim sima'i dan mashdar dari fi'il lima dan enam huruf | Kasrah | ﴿ٱبۡنُ مَرۡيَمَابْنُ مَرْيَمَ﴾ (An-Nisa 4:171) ﴿ٱبۡنَتَ عِمۡرَٰنَابْنَتَ عِمْرٰنَ﴾ (At-Tahrim 66:12) ﴿ٱمۡرُؤٌاْامْرُؤٌا﴾ (An-Nisa 4:176) ﴿ٱثۡنَانِاثْنٰنِ﴾ (Al-Ma'idah 5:106) ﴿ٱسۡمَاسْمَ﴾ (Al-A'la 87:1) |
Isim yang disebut penyair adalah: ابن، ابنة، امرؤ، اثنان، امرأة، اسم، اثنتان. Dikecualikan fi'il yang huruf ketiganya berharakat dhammah yang baru datang; fi'il ini dimulai dengan kasrah, seperti ﴿ٱمۡشُواْامْشُوْا﴾ (Sad 38:6), ﴿ٱقۡضُوٓاْاقْضُوْٓا﴾ (Yunus 10:71), ﴿ٱئۡتُواْائْتُوْا﴾ (Taha 20:64) dan ﴿ٱبۡنُواْابْنُوْا﴾ (Al-Kahf 18:21), karena harakat asli huruf ketiganya adalah kasrah.
Bertemunya dua huruf mati
Jika huruf mad datang sebelum hamzah washal, ia gugur dalam pengucapan saat washal tetapi tetap dalam tulisan, seperti pada ﴿وَقَالُواْ ٱتَّخَذَوَقَالُوا اتَّخَذَ﴾ (Al-Baqarah 2:116) dan ﴿فِي ٱلۡأَرۡضِفِي الْاَرْضِﶈ﴾ (Al-Baqarah 2:11). Jika sebelumnya huruf konsonan mati atau tanwin, biasanya diberi kasrah, seperti pada ﴿نُوحٌ ٱبۡنَهُۥنُوْحُ اِۨبْنَهٗ﴾ (Hud 11:42); Mim jamak diberi dhammah, sebagaimana dijelaskan sebelumnya.