Online Quran
Bahasa IndonesiaID

Hukum Tajwid

Qalqalah

Disusun dan disunting oleh: Syed Abdul Salam

Tinjauan ilmiah atas teks asli: Dr. Uzma, Imam Syed Siraj Munir

Terjemahan ini didasarkan pada teks Arab, Urdu dan Inggris yang telah ditinjau ulama.

Diperbarui:

Tulisan Mushaf:
Panduan warna

Dalam contoh Al-Quran hanya huruf yang dikenai hukum yang diberi warna; bagian kata yang lain tetap hitam. Setiap warna memiliki satu makna tetap di seluruh buku:

Ghunnah: Ikhfa', Iqlab, Idgham bi-Ghunnah, Nun dan Mim bertasydid
Izhar: Halqi, Shafawi, Qamari
Huruf yang ditulis tetapi tidak dibaca, atau dilebur sepenuhnya tanpa Ghunnah
Qalqalah
Madd dua harakat: Tabi'i, Badal, Silah Sughra, 'Iwad
Madd empat atau lima harakat: Muttasil, Munfasil, Silah Kubra
Madd Lazim enam harakat
Madd 2, 4 atau 6 harakat: 'Arid li-s-Sukun dan Lin saat berhenti
Tafkhim (tebal)
Tarqiq (tipis)
Huruf yang sedang dibahas dalam contoh
Kasus khusus: Sakt, Imalah, Tashil, Ishmam
Dari al-Muqaddimah al-Jazariyyah
٣٩وَبَيِّنَنْ مُقَلْقَلًا إِنْ سَكَنَاوَإِنْ يَكُنْ فِي الْوَقْفِ كَانَ أَبْيَنَا

Qalqalah (القَلْقَلَة) berarti guncangan; secara istilah adalah pantulan suara saat mengucapkan huruf mati sehingga terdengar gaung yang kuat. Lima hurufnya terhimpun dalam قُطْبُ جَدٍ: Qaf, Tha', Ba, Jim dan Dal, karena huruf-huruf ini menghimpun Shiddah dan Jahr: Shiddah menahan suara dan Jahr menahan napas, sehingga huruf memerlukan pelepasan ini agar terdengar.

Tingkatan Qalqalah

TingkatanTempatContoh
Paling kuatHuruf bertasydid saat waqaf﴿وَتَبَّوَتَبَّ﴾ (Al-Masad 111:1) ﴿ٱلۡحَقِّۚالْحَقِّﵧ﴾ (Al-Kahf 18:44)
PertengahanHuruf yang mati karena waqaf, tidak bertasydid﴿ٱلۡفَلَقِالْفَلَقِ﴾ (Al-Falaq 113:1) ﴿مُحِيطُۢمُحِيْطٌ﴾ (Al-Buruj 85:20) ﴿أَحَدُۢاَحَدٌ﴾ (Al-Ikhlas 112:4)
Paling ringanHuruf yang asalnya mati saat washal﴿وَيَقۡطَعُونَوَيَقْطَعُوْنَ﴾ (Al-Baqarah 2:27) ﴿يَجۡعَلُونَيَجْعَلُوْنَ﴾ (Al-Baqarah 2:19) ﴿أَبۡصَٰرِهِمۡاَبْصَارِهِمْ﴾ (Al-Baqarah 2:7)

Huruf diucapkan mati lalu makhrajnya sedikit terbuka. Menurut pendapat yang rajih, bunyinya lebih dekat kepada fathah; pendapat lain mengatakan ia mengikuti harakat sebelumnya. Ia tidak boleh menjadi harakat penuh atau dipanjangkan. Huruf berharakat tidak memiliki Qalqalah.

Kesalahan umum
Kesalahan: meninggalkan Qalqalah pada kata seperti ﴿وَيَقۡطَعُونَوَيَقْطَعُوْنَ﴾ (Al-Baqarah 2:27), memberi huruf harakat penuh, menambahkan Qalqalah pada huruf lain seperti Kaf dan Ta, atau mengikutinya dengan hamzah.
Sumber: Ibn al-Jazari, al-Muqaddimah al-Jazariyyah, bait 39; Ibn al-Jazari, an-Nashr fi al-Qira'at al-'Ashr: الكلام على صفة القلقلة; Makki ibn Abi Talib, ar-Ri'ayah li-Tajwid al-Qira'ah: باب القلقلة; Al-Marsafi, Hidayat al-Qari ila Tajwid Kalam al-Bari: القلقلة ومراتبها.