Mad yang tanpanya huruf itu sendiri tidak ada, dan tidak memerlukan sebab seperti hamzah atau sukun. Panjangnya dua harakat, baik saat washal maupun waqaf. Yang tergolong padanya:
- Madd al-'Iwad (مَدّ العِوَض): berhenti pada tanwin fathah dengan mengubahnya menjadi Alif, seperti ketika berhenti pada ﴿عَلِيمًا حَكِيمٗاعَلِيْمًا حَكِيْمًا﴾ (An-Nisa 4:17).
- Silah Sughra (الصِّلَة الصُّغْرَى): memanjangkan Ha' dhamir di antara dua huruf berharakat tanpa hamzah sesudahnya, seperti pada ﴿إِنَّهُۥ هُوَاِنَّهٗ هُوَ﴾ (Al-Isra 17:1). Rinciannya ada di bab Ha' al-Kinayah.
- Madd at-Tamkin (مَدّ التَّمْكِين): Ya mad setelah Ya bertasydid berharakat kasrah, seperti pada ﴿حُيِّيتُمحُيِّيْتُمْ﴾ (An-Nisa 4:86).
- Huruf-huruf pembuka surah yang terhimpun dalam حيٌّ طَهُرَ, sebagaimana dijelaskan di bawah.