Online Quran
Bahasa IndonesiaID

Hukum Tajwid

Panduan lengkap yang telah ditinjau ulama tentang hukum-hukum bacaan Al-Quran dalam riwayat Hafsh dari 'Ashim, dengan contoh berkode warna dari Mushaf.

Disusun dan disunting oleh: Syed Abdul Salam

Tinjauan ilmiah atas teks asli: Dr. Uzma, Imam Syed Siraj Munir

Terjemahan ini didasarkan pada teks Arab, Urdu dan Inggris yang telah ditinjau ulama.

Diperbarui:

Unduh buku (PDF)

Pilih tulisan Mushaf yang Anda baca.

Mushaf Madinah PDF, 1.3 MB Mushaf Indo Pak PDF, 1.3 MB

Daftar isi

  1. Pengantar Ilmu TajwidSecara bahasa, tajwid berarti memperbaiki atau membuat sesuatu menjadi baik. Secara istilah, tajwid adalah mengucapkan setiap huruf dari makhrajnya dan…
  2. Isti'adzah dan BasmalahIsti'adhah adalah mengucapkan sebelum membaca أعوذ بالله من الشيطان الرجيم ("Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk"). Para qari memilih…
  3. Makharij: Tempat Keluarnya HurufMakhraj adalah tempat terhentinya suara huruf, yang memberinya identitas yang khas. Untuk menemukannya, sukunkan atau tasydidkan huruf itu, letakkan…
  4. Sifat: Sifat-sifat HurufSifah adalah cara huruf terbentuk di makhrajnya: apakah napas mengalir atau tertahan, apakah suara mengalir atau tertahan, apakah lidah terangkat atau…
  5. Huruf Satu per SatuSetelah makharij dan sifat, pembaca perlu mengenal setiap huruf secara tersendiri: makhrajnya, sifat-sifat utamanya, dan kesalahan yang terjadi saat…
  6. Tafkhim dan Tarqiq: Huruf Tebal dan TipisTafkhim secara bahasa berarti menggemukkan; secara istilah adalah kepenuhan yang masuk ke dalam bunyi huruf sehingga mulut penuh dengan gaungnya. Tarqiq…
  7. Hukum Ra'Ra' adalah huruf Istifal, tetapi dalam sebagian keadaan dibaca tebal dan dalam keadaan lain tipis. Banyak ulama berpendapat bahwa asalnya tebal, karena…
  8. Hukum Lam SukunLam sukun dalam Al-Quran ada lima macam: Lam at-Ta'rif, Lam fi'il, Lam huruf, Lam amr dan Lam isim. Masing-masing memiliki hukum ketika bertemu huruf…
  9. Hukum Nun Sukun dan TanwinNun Sakinah adalah Nun tanpa harakat yang tetap ada saat washal maupun waqaf; ia terdapat pada isim, fi'il dan huruf, di tengah atau di akhir kata. Tanwin…
  10. Izhar HalqiIzhar berarti menjelaskan; secara istilah adalah mengucapkan Nun mati atau tanwin dari makhrajnya tanpa tambahan Ghunnah jika diikuti huruf tenggorokan.…
  11. IdghamIdgham berarti memasukkan; secara istilah adalah bertemunya huruf mati dengan huruf berharakat sehingga keduanya menjadi satu huruf bertasydid dari jenis…
  12. IqlabIqlab berarti mengubah; secara istilah adalah mengubah Nun mati atau tanwin menjadi Mim samar sebelum Ba, dengan Ghunnah. Hurufnya hanya satu, yaitu Ba…
  13. Ikhfa' HaqiqiIkhfa' berarti menyamarkan; secara istilah adalah mengucapkan Nun mati atau tanwin dalam keadaan antara izhar dan idgham, tanpa tasydid, dengan tetap…
  14. Hukum Mim SukunMim Sakinah adalah Mim tanpa harakat yang tetap ada saat washal maupun waqaf. Sebelum huruf-huruf hijaiah ia memiliki tiga hukum.
  15. Nun dan Mim Bertasydid, serta Tingkatan GhunnahGhunnah adalah suara sengau yang melekat pada Nun dan Mim, keluar dari Khayshum, tanpa peran lidah. Jika hidung ditutup, suara itu berhenti. Ini adalah…
  16. Mithlayn, Mutajanisayn dan MutaqaribaynKetika dua huruf bertemu dalam tulisan dan bacaan, keduanya memiliki empat nama sesuai hubungan makhraj dan sifatnya:
  17. QalqalahQalqalah berarti guncangan; secara istilah adalah pantulan suara saat mengucapkan huruf mati sehingga terdengar gaung yang kuat. Lima hurufnya terhimpun…
  18. Mad dan Qashr: Memanjangkan BacaanMadd berarti tambahan; secara istilah adalah memanjangkan suara dengan huruf mad ketika bertemu hamzah atau sukun. Qasr berarti menahan; secara istilah…
  19. Madd Asli (Tabi'i)Mad yang tanpanya huruf itu sendiri tidak ada, dan tidak memerlukan sebab seperti hamzah atau sukun. Panjangnya dua harakat, baik saat washal maupun…
  20. Mad karena hamzahMadd Muttasil: hamzah datang setelah huruf mad dalam satu kata. Hukumnya wajib; bagi Hafsh melalui jalur asy-Syathibiyyah panjangnya empat atau lima…
  21. Mad karena sukunMadd Lazim: sukun asli, yang ada baik saat washal maupun waqaf, datang setelah huruf mad, sebagaimana kata penyair: "disebut lazim jika setelah huruf mad…
  22. Ha' al-Kinayah: Ha' DhamirHa' al-Kinayah adalah Ha' tambahan yang menunjuk satu orang laki-laki yang tidak hadir, melekat pada isim, fi'il dan huruf. Memanjangkannya disebut Silah…
  23. Hamzah Washal dan Hamzah Qatha'Hamzat al-Qat' dibaca baik saat memulai maupun saat washal; dalam Mushaf ia memiliki kepala 'Ain kecil (ء), seperti pada. Hamzat al-Wasl adalah hamzah…
  24. Waqaf dan Ibtida': Berhenti dan MemulaiPenyair berkata: "setelah menyempurnakan huruf, wajib mengetahui tempat-tempat waqaf dan ibtida." Mengetahui di mana berhenti dan memulai menyempurnakan…
  25. Cara Berhenti di Akhir KataCara dasar berhenti pada kata berharakat adalah Sukun murni; tidak pernah berhenti dengan harakat penuh. Rawm dan Ishmam juga dibolehkan dengan…
  26. Maqthu' dan Maushul: Kata yang Terpisah dan BersambungKata Maqtu' ditulis dalam Mushaf terpisah dari kata sesudahnya; kata Mawsul ditulis bersambung dengannya. Mengetahui hal ini penting untuk Waqf Ikhtibari…
  27. Ta' Maftuhah: Akhiran Muannats yang Ditulis dengan TaAkhiran muannats pada isim biasanya ditulis sebagai Ta' Marbutah (ة) dan dihentikan sebagai Ha'. Di tempat-tempat tertentu dalam Mushaf ia ditulis sebagai…
  28. Tanda-tanda Mushaf MadinahDabt adalah kumpulan tanda yang diletakkan pada huruf untuk menunjukkan harakat dan hukumnya. Dalam Mushaf Madinah tanda-tanda ini mengikuti kaidah yang…
  29. Kata-kata Khusus dalam Riwayat HafshIni adalah ringkasan tempat-tempat yang memiliki hukum khusus dalam riwayat Hafsh dari 'Ashim melalui jalur asy-Syathibiyyah, dihimpun dalam satu tabel…
  30. Teks al-Muqaddimah al-JazariyyahNazam lengkap untuk dihafal dan diulang, menurut hitungan umum 109 bait. Judul-judulnya bukan bagian dari nazam; ditambahkan untuk pembagian. Beberapa…
  31. Daftar IstilahIstilah-istilah Arab yang digunakan dalam buku ini beserta ejaan Latinnya sebagaimana dipakai dalam edisi bahasa Inggris, agar edisi-edisi dapat…
Tulisan Mushaf:

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab kepada hamba-Nya dan tidak menjadikan padanya kebengkokan sedikit pun. Selawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi yang diperintahkan membaca Al-Quran dengan tartil, kepada keluarga dan para sahabatnya, serta kepada semua yang menerima Kitab Allah dari mereka dengan bacaan yang benar hingga hari akhir.

Ini adalah buku yang lengkap tentang hukum-hukum Tajweed (التَّجْوِيد). Tujuannya menghimpun setiap hukum ilmu ini dalam urutan pengajaran yang jelas: setiap topik dibuka dengan teks Imam Ibnul Jazari, lalu diikuti penjelasan, contoh berwarna dari Al-Quran, peringatan tentang kesalahan yang sering terjadi, dan terakhir sumber-sumbernya.

Metode buku ini

  • Riwayat: buku ini mengikuti riwayat Hafs 'an 'Asim (حَفْص عَنْ عَاصِم) melalui jalur Ash-Shatibiyyah (الشَّاطِبِيَّة), riwayat yang dipakai dalam penulisan Mushaf Madinah dan sebagian besar mushaf cetak. Jika jalur Tayyibat an-Nashr (طَيِّبَة النَّشْر) memiliki pilihan yang berbeda, hal itu disebutkan sebagai informasi saja.
  • Sumber: dasar buku ini adalah karya Imam Ibnul Jazari: Al-Muqaddimah al-Jazariyyah (المُقَدِّمَة الجَزَرِيَّة), an-Nashr dan at-Tamhid. Selanjutnya ar-Ri'ayah karya Makki bin Abi Thalib untuk uraian huruf dan sifat-sifatnya, dan Hidayat al-Qari karya al-Marshafi untuk rincian, contoh dan urutan pengajaran.
  • Teks Al-Quran: setiap contoh Al-Quran diambil secara otomatis dari teks digital rasm Utsmani yang mengikuti Mushaf Madinah; tidak ada yang diketik dengan tangan. Teks dicetak dengan fon Kompleks Raja Fahd (KFGQPC Hafs).
  • Teks Al-Quran: setiap contoh Al-Quran diambil secara otomatis dari teks digital Mushaf Indo Pak Kompleks Raja Fahd; tidak ada yang diketik dengan tangan. Dicetak dengan fon Nastaliq Kompleks tersebut (KFGQPC Nastaleeq).
  • Rujukan: bait-bait Al-Muqaddimah al-Jazariyyah diberi nomor menurut hitungan umum 109 bait. Untuk buku-buku lain, disebutkan tempat pembahasan topiknya, bukan nomor halaman, karena edisinya berbeda-beda.
  • Perbedaan pendapat: jika para ulama berbeda pendapat, pendapat-pendapat itu disebutkan secara singkat, lalu diikuti apa yang diamalkan dalam riwayat Hafsh melalui jalur asy-Syathibiyyah.

Sumber-sumber

Imam Ibnul Jazari (751 sampai 833 H)

Syamsuddin Abul Khair Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Yusuf al-Jazari ad-Dimasyqi, seorang ulama mazhab Syafi'i, adalah guru besar qiraat di zamannya dan otoritas besar terakhir dalam ilmu qiraat. Ia lahir di Damaskus pada tahun 751 H dan wafat di Syiraz pada tahun 833 H. Karya-karyanya dalam bidang ini antara lain nazam yang dikenal sebagai Al-Muqaddimah al-Jazariyyah; at-Tamhid fi 'Ilm at-Tajwid, yang ditulis pada awal perjalanan ilmiahnya; an-Nashr fi al-Qira'at al-'Ashr, karya paling luas dan paling teliti tentang qiraat mutawatir; dan versi nazamnya Tayyibat an-Nashr. Karena itu perkataannya menjadi dasar buku ini.

Makki bin Abi Thalib al-Qaisi (355 sampai 437 H)

Abu Muhammad Makki bin Abi Thalib Hammusy al-Qaisi lahir di Kairouan pada tahun 355 H dan wafat di Kordoba pada tahun 437 H; ia seorang ahli qiraat dan bahasa Arab. Karyanya ar-Ri'ayah li-Tajwid al-Qira'ah wa Tahqiq Lafz at-Tilawah termasuk buku paling awal yang seluruhnya membahas tajwid. Buku ini paling rinci dalam menguraikan huruf satu per satu, menjelaskan sifat dan namanya, serta memperingatkan kesalahan yang dilakukan para pembaca pada setiap huruf.

Syekh Abdul Fattah al-Marshafi (wafat 1409 H)

Syekh Abdul Fattah bin as-Sayyid Ajami al-Marshafi dari Mesir adalah ulama qiraat pada abad keempat belas Hijriah. Karyanya Hidayat al-Qari ila Tajwid Kalam al-Bari termasuk buku tajwid modern yang paling lengkap dalam riwayat Hafsh, dikenal karena urutan pengajarannya, banyaknya contoh, dan pembahasannya tentang hal-hal yang halus dan kata-kata khusus.

Istilah

Istilah-istilah teknis ilmu ini dipertahankan dalam bentuk Arabnya di setiap bahasa buku ini, karena istilah itu adalah nama baku yang perlu dipelajari murid sebagaimana adanya. Dalam edisi ini setiap istilah ditulis dengan huruf Latin, dengan bentuk Arabnya dalam kurung saat pertama kali disebut di setiap bab, misalnya Ghunnah (الغُنَّة). Daftar istilah dalam tiga bahasa terdapat di akhir buku.

Panduan warna

Dalam contoh Al-Quran hanya huruf yang dikenai hukum yang diberi warna; bagian kata yang lain tetap hitam. Setiap warna memiliki satu makna tetap di seluruh buku:

Ghunnah: Ikhfa', Iqlab, Idgham bi-Ghunnah, Nun dan Mim bertasydid
Izhar: Halqi, Shafawi, Qamari
Huruf yang ditulis tetapi tidak dibaca, atau dilebur sepenuhnya tanpa Ghunnah
Qalqalah
Madd dua harakat: Tabi'i, Badal, Silah Sughra, 'Iwad
Madd empat atau lima harakat: Muttasil, Munfasil, Silah Kubra
Madd Lazim enam harakat
Madd 2, 4 atau 6 harakat: 'Arid li-s-Sukun dan Lin saat berhenti
Tafkhim (tebal)
Tarqiq (tipis)
Huruf yang sedang dibahas dalam contoh
Kasus khusus: Sakt, Imalah, Tashil, Ishmam
Cara penggunaan warna
مِنۢ بَعۡدِمِنْۢ بَعْدِ
Al-Baqarah 2:27
Iqlab: Nun berubah menjadi Mim, dengan Ghunnah
سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡسَوَآءٌ عَلَيْهِمْ
Al-Baqarah 2:6
Madd Muttasil
Perhatian
Buku ini membantu pemahaman, tetapi tidak menggantikan belajar dari guru. Tajwid diambil melalui Mushafahah (المُشَافَهَة) dari guru yang mahir yang menyimak murid dan mengoreksinya, sebagaimana para sahabat mengambilnya dari Nabi ﷺ.

Lampiran 3: Sumber

  • Ibnul Jazari, Muhammad bin Muhammad (wafat 833 H): al-Muqaddimah fi-ma 'ala Qari' al-Quran an Ya'lamah (al-Muqaddimah al-Jazariyyah). Salah satu edisi kritisnya disusun oleh Dr. Aiman Rusydi Suwaid.
  • Ibnul Jazari: an-Nashr fi al-Qira'at al-'Ashr, dikoreksi oleh Syekh Ali Muhammad adh-Dhabba'; ada edisi lain.
  • Ibnul Jazari: at-Tamhid fi 'Ilm at-Tajwid, ditahqiq oleh Dr. Ghanim Qadduri al-Hamad.
  • Makki bin Abi Thalib al-Qaisi (wafat 437 H): ar-Ri'ayah li-Tajwid al-Qira'ah wa Tahqiq Lafz at-Tilawah, ditahqiq oleh Dr. Ahmad Hasan Farhat.
  • Abdul Fattah as-Sayyid Ajami al-Marshafi (wafat 1409 H): Hidayat al-Qari ila Tajwid Kalam al-Bari.
  • Al-Qasim bin Firruh asy-Syathibi (wafat 590 H): Hirz al-Amani wa Wajh at-Tahani (asy-Syathibiyyah).
  • Teks Al-Quran: rasm Utsmani dengan tanda-tanda Mushaf Madinah (riwayat Hafsh) dalam bentuk digital yang umum, diset dengan fon Kompleks Raja Fahd (KFGQPC Uthmanic Script HAFS).
  • Teks Al-Quran: Mushaf Indo Pak Kompleks Raja Fahd (riwayat Hafsh) dalam bentuk digital, diset dengan fon Nastaliq Kompleks tersebut (KFGQPC Nastaleeq).
Catatan
Kami memohon kepada Allah agar menjadikan buku ini bermanfaat dan ikhlas karena-Nya. Yang benar di dalamnya berasal dari Allah; jika pembaca menemukan kesalahan, mohon beri tahu kami melalui onlinequran.me.